Anak Muda Jangan Takut Jadi Pesilat Mantan Pelatih Timnas Pencak Silat Rony Syaifullah

Mantan pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia, Rony Syaifullah, mengajak pemuda agar tidak takut menjadi pesilat. Sebelum menjadi pelatih, Rony diketahui merupakan atlet silat berprestasi yang menyabet sejumlah kejuaraan internasional. Sepanjang karirnya sebagai atlet, Rony berhasil menyabet gelar juara dunia pada 1997 dan 2000.

Selain juga meraih medali emas di SEA Games 1997, 2005, dan 2007. Sebagai praktisi di dunia pencak silat, pelatih kepala Timnas Pencak Silat di Asian Games 2018 ini menyebut pesilat yang berprestasi terjamin masa depannya. Rony menyontohkan, dalam gelaran Asian Games 2018, atlet yang mendapatkan medali emas mendapat penghargaan uang tunai sebesar Rp 1,5 Miliar.

"Mereka juga mendapat hadiah PNS, artinya masa depan pekerjaan cerah," ungkapnya. Atlet berprestasi juga tidak sedikit yang mendapatkan rumah. "Mereka juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat higga daerah," ungkapnya.

Maka dari itu Rony mengajak agar para pemuda tidak takut menjadi atlet pencak silat. "Saya mengimbau kepada masyarakat, terutama kawula muda, remaja, adik adik, pelajar, jangan takut menjadi pesilat. "Apalagi pesilat yang berprestasi, dengan itu masa depan akan cerah," ungkapnya.

Setelah memutuskan keluar dari Timnas Pencak Silat, Rony diketahui menjabat sebagai Wakil Dekan di Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. "Saya menjadi buktinya, dengan kejuaraan pencak silat, saya sekolah S1, S2, dan S3 free dari pemerintah." "Ini semua dari silat," ungkapnya.

Rony juga menyebut bergabung dengan olahraga pencak silat artinya melestarikan budaya Indonesia. Pencak silat, kata Rony, eksistensinya diakui dunia sebagai budaya yang lahir di Indonesia. "Sejak November 2019, pencak silat ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda yang diakui dunia melalui UNESCO," ungkapnya.

Oleh karena itu, Rony menyebut seyogyanya warga negara mencintai pencak silat. "Mari kita cintai budaya kita sendiri, bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya sendiri," ungkap Rony. Sementara itu Rony menyebut ada empat dasar atau pedoman pesilat Indonesia.

"Ketika IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) berdiri, disepakati ada empat aspek yang menjadi dasar atau pedoman pesilat Indonesia." "Yaitu mental spiritual, bela diri, olahraga, dan seni," ungkapnya. "Ini general dan diajarkan di seluruh perguruan silat di seluruh Indonesia dan semuanya memiliki gaya dan ciri khas sendiri," ucapnya.

Adapun Rony menyebut di Indonesia hampir ada 900 aliran pencak silat. Diketahui Rony yang sukses menjadi atlet, juga sukses kala melatih. Seperti saat ia menjadi pelatih kepala Timnas Pencak Silat Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Dikutip dari laman timindonesia.id , Indonesia kala itu mampu memborong 14 medali emas dan satu perunggu. Luar biasanya lagi 15 medali tersebut didapat Hanifan Yudani Kusumah dan rekan rekan dari 16 nomor yang dilombakan. Artinya, hanya ada dua nomor lomba yang tidak sukses dimenangi Tim Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *