China Menguji 9 Juta Orang saat Klaster Virus Corona Terdeteksi di Kota Qiangdao

Kota pelabuhan China di Qingdao berencana menguji sembilan juta orang dalam lima hari, setelah mengonfirmasi 12 kasus virus corona yang ditransmisikan secara lokal. Mengutip , kasus infeksi baru ini dilaporkan telah memicu kekhawatiran akan wabah yang lebih luas. Sebagian besar wilayah di China telah bebas dari virus corona sejak pertengahan Agustus 2020.

Tetapi, Departemen Kesehatan kota mengatakan, per 11 Oktober 2020, Qingdao melaporkan selusin kasus yang semuanya terkait dengan rumah sakit yang merawat infeksi impor. Uji masal diadakan di Rumah Sakit Qingdao yang saat ini telah dilockdown, ada 114.862 orang, staf dan pasien yang dinyatakan negatif Covid 19 pada Senin kemarin. Pengujuan dilakukan di seluruh kota untuk populasi sembilan juta orang.

Langkah ini merupakan duplikasi respons Beijing dan kota kota di seluruh China ketika ada klaster infeksi terdeteksi. Tanggapan tersebut dilaporkan berhasil menjaga tingkat infeksi di seluruh daratan China sejak wabah menyebar di negara itu pada awal tahun dan berhasil ditekan pada Maret 2020. Berkat pembatasan yang ketat yang protokol kesehatan yang dipatuhi dengan baik, kehidupan masyarakat kembali normal.

Lebih dari 600 juta wisatawan telah mengambil perjalnan bulan ini untuk liburan musim gugur. Lebih jauh, Qiangdo dikenal memiliki banyak pantai yang populer di kalangan wisatawan. Adanya klaster yang terdeteksi di Qiangdo, menimbulkan kekhawatiran akan potensi lonjakan kasus infeksi virus corona, apalagi di tengah perayaan hari libur.

Pihak berwenang kota pelabuhan mengatakan, pemerintah masih melacak sumber infeksi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *