Teman Wanita dapat Pesan Ancaman dari Seseorang Diduga Ada Motif Asmara Anak Kades Dibacok

Seorang anak kepala desa (kades) asal Kabupaten Cianjur berinisal MFN (15) dianiaya saat sedang nongkrong. Diduga penganiayaan itu terjadi karena masalah asmara. Pasalnya, teman wanita korban mendapat pesan ancaman dari seseorang.

"Berdasarkan penelusuran, anak saya mempunyai kenalan seorang remaja perempuan di Sukaraja." "Bahkan gadis tersebut sempat mendapatkan pesan singkat dari seseorang yang mengancam anak saya," ujarnya. Namun, kata dia, anaknya tidak mengetahui ancaman tersebut dan hanya berencana untuk main ke rumah saudara serta teman temanya di Sukaraja.

"Ketika sedang mengumpul bersama beberapa temannya di Sukaraja, tiba tiba didatangi dua orang tidak dikenal dan sempat berkelahi." "Karena anaknya sudah terluka kena bacokan dan tidak sadarkan diri pelaku pembacokan kabur," katanya. Menurutnya, MFN yang mengalami luka bacok di kedua tangannya, sempat dibawa ke rumah sakit di Sukabumi.

Korban mendapatkan perawatan 35 jahitan pada lukanya. "Sekarang anak saya masih dirawat di rumah masih dan dalam tahap proses penyembuhan akibat luka bacokan," ucapnya. Ia menambahkan, atas kejadian penganiayaan tersebut, ia sudah melaporkan pada pihak yang berwajib.

Sampai saat ini, pelaku sedang dalam pengejaran petugas kepolisian Polres Sukabumi Kota. "Kabar terakhir pelaku sudah melarikan diri dan sedang dalam proses pengejaran." "Atas musibah ini semuanya saya serahkan pada pihak yang berwenang dan berharap pelaku bisa segera tertangkap, serta bisa bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya," ucapnya.

Satreskrim Polres Sukabumi Kota mengejar pelaku penganiaan terhadap MFN (15), warga Cianjur di Babakan Pamoyanan RT02/06 Desa Selawangi Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Cepi Heramawan, mengatakan, berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, penganiayaan tersebut terjadi Kamis (11/2/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. "Penganiayaan tersebut berawal ketika korban sedang nongkrong dengan beberapa temannya di pinggir jalan, di Kampung Pamoyanan, tiba tiba didatangi oleh seorang pelaku, kemudian adu mulut dengan korban," kata Cepi Heramawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/2/2021).

Tidak lama setelah cekcok, lanjut Cepi, pelaku yang membawa golok disembunyikan dipinggangnya langsung mengayunkan ke arah korban. Korban pun terluka di bagian telapak tangan. "Korban terluka karena menangkis golok yang diarahkan pelaku padanya, melihat korban sudah bersimbah darah pelaku langsung melarikan diri. MFN dibawa beberapa temannya ke Rumah Sakit Hermina," ucapnya.

Cepi mengatakan, korban yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit karena luka bacokan sudah pulang ke kediamannya orang tuanya. Sedangkan indentitas pelaku belum diketahui. "Identitas pelaku belum diketahui, namun dugaan sementara pelaku penganiayaan itu berjumlah dua orang. Saat ini kami tengah melakukan pendalaman serta meminta sejumlah keterangan saksi," katanya.

MFN merupakan anak kepala desa di Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Saat itu, dia datang dengan beberapa motor untuk istirahat di sebuah warung di kawasan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Akibatnya bacokan itu, dia menderita luka di bagian tangan dan harus dijahit sebanyak 35 jahitan.

Sang ayah, IM, mengatakan kronologis kejadiannya berawal saat anaknya tersebut pamit hendak berkunjung ke rumah saudaranya di Sukaraja. "Ia berangkat ba'da Isya hendak menemui saudara di wilayah Sukaraja," ujar IM melalui sambungan telepon, Jumat (12/2/2021). IM menceritakan, saat anaknya beristirahat di sebuah warung sambil ngopi lalu datang sekelompok orang tak dikenal.

"Katanya sempat ada cekcok, tiba tiba mereka menyerang anak saya dengan benda tajam," kata IM. IM mengatakan anaknya sempat melawan dan terkena sabetan benda tajam saat berusaha menangkis. "Namun kedua tangannya terluka saat menangkis benda tajam tersebut," kata IM.

IM mengatakan, warga langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. "Malam tadi juga saya sudah melapor ke pihak kepolisian di Sukaraja. Saya menyerahkan sepenuhnya dan percaya pihak kepolisian bisa mengungkap kejadian ini. Saya mohon doa dari semuanya semoga anak saya lekas sembuh dan pelakunya terungkap," kata IM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *