Tak hendak Akui Kekalahan Donald Trump Sebut Saingannya Lakukan Kepalsuan Apa yang Biden Sembunyikan

Berhasil meraih 290 suara elektoral, Calon Presiden Joe Biden dipastikan melenggang ke Gedung Putih. Seperti diketahui, Joe Biden bersaing dengan Donald Trump dalam pilpres AS (pemilihan presiden Amerika Serikat). Dengan hasil tersebut, Joe Biden resmi mengakhiri kepemimpinan 4 tahun Donald Trump.

Beberapa media ternama Amerika Serikat pun turut memberitakan kemenangan Joe Biden. Media media yang dimaksud antara lain CNN, NBC News, dan CBS News. Mendengar hal ini, Donald Trump angkat bicara.

Rupanya, ia masih belum bisa menerima kemenangan Joe Biden. Menurutnya, Pilpres AS ini masih jauh dari akhir. Walaupun sebenarnya Joe Biden sudah resmi mengalahkannya.

Hal tersebut ia ungkapkan melalui rilis yang diterima media AS. Pria berusia 74 tahun tersebut menuding Biden sudah melakukan kepalsuan hingga akhirnya bisa terpilih sebagai presiden ke 46 AS. Ia bahkan sampai menuding media massa di "Negeri Uncle Sam" membantu kandidat dari Partai Demokrat tersebut.

Menurut Trump, hal itu dilakukan karena tidak ingin mengungkap kebenarannya. "Kita tahu fakta sederhananya adalah Pilpres AS ini belum berakhir," kata Trump dalam rilisnya sebagaimana dilansir dari Kompas.com. Hal yang Trump maksud merujuk pada proyeksi dari media AS, di mana komisi pemilihan sendiri belum mengumumkan secara resmi.

Trump juga menyebut jika tim kampanyenya akan memulai proses penggugatan mulai Senin (9/11/2020). Sebenarnya, pihak Trump sudah mengajukan gugatan sekitar dua hari sejak Pilpres AS digelar. Namun, sejumlah negara bagian menolak gugatan mereka.

Trump mengeklaim, masih tanpa bukti, bahwa Joe Biden bersikukuh agar surat suara yang dikirim lewat pos juga masuk ke dalam penghitungan. Padahal, seperti yang diklaimnya, surat suara lewat pos itu palsu, dibuat buah, bahkan ada yang berisi identitas orang yang sudah meninggal. "Jadi, apa yang Biden sembunyikan?" "Saya takkan beristirahat hingga rakyat Amerika mendapatkan penghitungan paling jujur," tegasnya.

Pengamat pemilu maupun pejabat setempat sudah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi selama proses. Trump sendiri sudah berulang kali menyebut adanya kecurangan dan mengklaim dia yang menang, tapi pernyataannya tidak berdasarkan bukti. Sebelum menuju lapangan golfnya di Virginia hari ini dia menulis di Twitter, "SAYA MENANGI PEMILU INI, DENGAN BANYAK SUARA!"

Namunhasil pilpres ASini memukul balik klaim Trump, yang membuatnya menjadi presiden satu masa jabatan pertama sejak George HW Bush pada awal 1990 an. Sementara itu Biden yang dipilih oleh lebih dari 74 juta rakyat "Negeri Paman Sam", telah berkumpul dengan wapresnya,Kamala Harris, di kota asalnya di Wilmington, Delaware. Kemenangan Biden ini membuat pengamanan dari paspampres diperketat, dan eks Senator Delaware itu akan dilantik pada 20 Januari 2021.

Dengan hasil ini Joe Biden menjadi presiden tertua di AS. Eks wapres Barack Obama selama 2 periode itu bakal berusia 78 tahun saat dilantik tahun depan. Kemudian Kamala Harris yang merupakan senator dan mantan jaksa agung California, akan mengukir sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang duduk di kursi nomor 2 Gedung Putih.

Warga New York bergembira bersama dengan turun ke jalan pada Sabtu (7/11/2020), untuk merayakan kekalahan Donald Trump di pilpres AS (pemilihan presiden Amerika Serikat) 2020. Orang orang mengolok olok putra daerah New York itu dengan ucapan, "Anda dipecat". Di Manhattan para warga berteriak dan bertepuk tangan. Beberapa di antaranya mengibarkan bendera dan yang lainnya membunyikan teko dari balkon. Kendaraan juga membunyikan klakson untuk ikut merayakan.

Catherine Griffin menangis gembira di luar bersama satu dari dua anaknya. "Saya senangTrumppergi dari hidup kita, semoga selamanya," katanya kepadaAFP. "Sedikit kenormalan kembali dalam hidup kami, dan anak anak saya bisa melihat manusia yang layak kembali memegang kendali itu membuat saya bahagia," kata wanita berusia 47 tahun tersebut merujuk pada Joe Biden. Ratusan orang lalu berkumpul di luar Trump Tower, dan banyak juga yang mengerubungi Grand Army Plaza Brooklyn.

Mereka kompak menyuarakan "Anda dipecat" atau "Trump dipecat", kalimat yang kerap diucapkan Trump saat tampil sebagai pembawa acara tvThe Apprentice. Ribuan orang lainnya berkumpul di Times Square dan Columbus Circle, di mana demo untuk mengawal integritas penghitungan suara berubah jadi pesta besar. "Biden akhirnya menang," kata JD Beebe (35) yang bekerja di sebuah perusahaanonline.

"Saya merasa ini momen yang sangat Amerika," katanya, menambahkan bahwa "Saya tahu negara ini terpecah hampir 50/50, tetapi saya masih merasa ini adalah hari yang sangat baik untuk demokrasi." "Sejujurnya saya menantikan saat saat tidak harus berada diroller coastersetiap hari tentang hal konyol apa yang akan dikatakan pemimpin kami, atau apa yang akan mereka lakukan pada masyarakat yang tertindas," pungkasnya. Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *